Tuesday, July 24, 2012

Janjiku Untuk Edensor

 
                Dulu ketika itu kelas 3 SMP aku pernah mengatakan sesuatu dengan buku luar biasa favoritku Edensor di tangan. “Meskipun Buku Ini Tak akan Jadi Milikmu Tapi Ingatlah Film Edensor Akan Menjadi Saksi keberhasilanku setelah kegagalan-kegagalan yang kuderita” janji itu disaksikan sahabat-sahabatku tepat sebelum kami berpisah guna meneruskan pendidikan di Jenjang Putih Abu-Abu. Itulah hari yang sampai sekarang aku sesali dan ratapi. Entah mengapa waktu berjalan beriringan. Hari-demi hari, bulan demi bulan telah kulewati. Setelah aku menjajakan kaki di salah satu SMA luar biasa di Surabaya dan juga kebetulan aku dan “Dia” satu sekolah. Alangkah terkejutnya. Aku mendengar terjadi gonjang ganjing tentang pembuatan film Edensor dan ending dari hal ini akhirnya Edensor tak jadi digarap. Betapa hancur kiranya mendengar hal itu. Entahlah….-_-
                Akhirnya setelah mengerti dan mengetahui hal itu aku mencoba untuk mencari dan melupakan masa laluku yang suram dan menurutku cukup perih. Akhirnya berakhir pada suatu acara ESQ di Untag. Ya kulihat sesosok bidadari yang lewat menggunakan kerudung berwarna terang ketika itu. Namun saat itu aku hanya terpana dan kuanggap hanya sebatas sebuah hadiah kecil untuk mataku karena telah mengorbankan segalanya mulai dari kepanitiaan lomba yang kutinggalkan dan janji teman-teman band yang kuabaikan. Namun entah mengapa kejadian itu berlanjut. Aku dan sebut saja namanya ifa dipertemukan di kelas yang sama. Kalian bias bayangkan bloggy bagaimana tidak konsennya aku setelah dia menerangi otakku yag berusaha mendengarkan materi yang diberikan Mas Mentor. Akhirnya kuputuskan untuk berpindah hati ke Ifa dan mencoba untuk mendekatinya.
                Hingga saat ini meskipun kita hanya sekedar teman namun aku sangat bahagia bersamanya. Yah walaupun dia udah ada yang punya dan hatinya sulit dilepas karena ada suatu tali yang kuat dalam hatinya yang sulit dilepas. Tpi aku mencoba untuk bersabar dan terus berusaha karena ya taulah itu tidak sesakit perjuanganku yang sebelumnya. Juli 2012 kubuka detik.com sebagai sarana iseng-iseng mencari artikel yang bagus untuk isi waktuku. Aku terperanjat melihat artikel Edensor segera digarap dan akan release dalam waktu dekat. Pada akhir tahun 2012. Astaghfitullah. Cobaan yang amat berat gan. Bagaimana aku harus menepati janjiku? Hatiku udah tertutup untuknya. Tak ada yang tersisa dari dirinya. Dan yang paling parahnya lagi dia semakin sulit didekati dan semakin menunjukkan ke borjuisannya (tipe anak muda 2012)…..cih… aku bisa apa gan. Apakah aku harus melepaskan cewek secantik dan sebaik Ifa yang menurutku jauh dan jauh lebih baik daripada dia. Kepala ini serasa kosong. Menunggu the judgement day ketika film Edensor dirilis di seluruh bioskop di seluruh Indonesia. Maaf teman aku telah gagal. Aku tak mampu menepati janjiku pada kalian. Aku memang bodoh kawan karena telah mengatakan hal itu pada kalian. Itulah kata-kata yang selalu terngiang dalam pikiranku ketika mataku menatap cover Edensor. Semoga Waktu memberikan jawaban atas apa yang terjadi padaku…dan sebuah cahaya akan memegang tanganku dan membawaku ke sesuatu yang luar biasa yang tak terbayangkan. Itulah harapan-harapan yang selalu aku renungkan. 

MAAF KAWAN JANJIKU SULIT UNTUK KUTEPATI

No comments:

Post a Comment